Wednesday, 25 December 2013

Masyarakat di Dunia IT

Era globalisasi saat ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi komputer maupun komunikasi. Mengapa? Karena era globalisasi tercipta oleh adanya perubahan teknologi yang sangat cepat dalam kurun waktu tertentu dan bersifat global atau mendunia. Dalam mendefinisikan serta memahami teknologi, dapat kita artikan sebagai suatu “sistem buatan manusia” dalam bentuk benda elektronik yang menggunakan gelombang elektromagnetik yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia yang diinginkan dalam kurun waktu yang sangat cepat atau sesingkat mungkin. Era globalisasi juga dapat dikatakan sebagai era digital, dimana didalam satu sentuhan pada teknologi modern saat ini, kita dapat mendapatkan banyak sekali informasi serta memenuhi  kebutuhan kehidupan manusia sehari-hari. Era globalisasi juga ditandai dengan pertumbuhan teknologi komunikasi yang diintegrasikan dengan teknologi komputerisasi. Sehingga diciptakanlah Teknologi Informasi. Tentu kita sering mendegar kata Teknologi Informasi? Terkadang beberapa masyarakat awam mengartikan teknologi informasi sebagai teknologi yang menyediakan informasi bagi kebutuhan manusia. 

Teknologi baru ini memiliki implikasi untuk segala aspek dari masyarakat dan ekonomi kita,
teknologi mengubah cara kita melakukan bisnis, bagaimana kita belajar, bagaimana kita
menggunakan waktu luang kita.
Ini juga berarti tantangan yang penting bagi pemerintah:
- Hukum kita perlu diperbaharui dalam hal untuk mendukung transaksi elektronik.
- Masyarakat kita perlu untuk dididik mengenai teknologi yang baru.
- Bisnis harus online jika mereka ingin menjadi sukses.
- Pelayanan pemerintah harus tersedia secara elektronik

Masyarakat Informasi menghadapkan kita pada tantangan-tantangan baru dan kesempatan
perkembangan-perkembangan menuju seluruh area dari masyarakat. Dampak dari teknologi
informasi dan komunikasi telah menjadi sebuah seļ¬nisi sementara yang kuat, dan ini
menstransformasi aktivitas ekonomi dan sosial. Kunci yang penting dari jaringan teknologi dalam
masyarakat informasi adalah teknologi membantu kita untuk membuat koneksi-koneksi baru.
Koneksi-koneksi dimana tantangan tradisional menerima apa yang mungkin, dan ketika hal tersebut
menjadi mungkin. Perkembangan masyarakat informasi telah menjadi bagian penting untuk
masyarakat informasi sebagai ekonomi kecil yang terbuka di dalam pengembangan jaringan
ekonomo global, dimana pengetahuan berbasis pada inovasi yang menjadi kunci sumber dari
penopang keuntungan yang kompetitif.

Ciri – ciri Masyarakat Informasi :
  • Adanya level intensitas informasi yang tinggi (kebutuhan informasi yang tinggi) dalam kehidupan masyarakatnya sehari – hari pada organisasi – organisasi yang ada, dan tempat–tempat kerja
  • Penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan sosial, pengajaran dan bisnis, serta kegiatan–kegiatan lainnya.
  • Kemampuan pertukaran data digital yang cepat dalam jarak yang jauh
Perbedaan Masyarakat Agraris, Masyarakat Industri,
dan Masyarakat Informasi :
Sumber daya yang diolah:
- SDA (angin, air, tanah, manusia) masyarakat agraris
- Membuat tenaga(listrik, bahan bakar) masyarakat industri
- Informasi (transmisi data dan komputer) masyarakat informasi
Sumber daya yang dibutuhkan:
- Bahan mentah / alam masyarakat agraris
- Modal masyarakat industri
- Pengetahuan masyarakat informasi
Keahlian SDM yang dibutuhkan:
- Petani, pekerja tanpa skill tertentu masyarakat agraris
- Ahli mesin, pekerja dengan skill khusus masyarakat industri
- Pekerja profesional (dengan skill tinggi) masyarakat informasi
Teknologi:
- Alat-alat manual masyarakat agraris
- Teknologi mesin masyarakat industri
- Teknologi cerdas masyarakat informasi
Prinsip perkembangan:
- Tradisional masyarakat agraris
- Pertumbuhan ekonomi masyarakat industri
- Penerapan pengetahuan dalam teknologi masyarakat informasi
Mode produksi dalam bidang ekonomi:
- Pertanian, pertambangan, perikanan, peternakan. masyarakat agraris
- Produksi, distribusi barang; konstruksi berat. masyarakat industri
- Transportasi, perdagangan, asuransi, real estate, kesehatan, rekreasi, penelitian, pendidikan, pemerintahan. masyarakat informasi 

Di lain sisi, jika dijabarkan lebih luas lagi, maka sebenarnya ada tiga golongan masyarakat Indonesia dalam konsep masyarakat informasi hingga saat ini. Mereka adalah golongan masyarakat melek teknologi informasi, golongan masyarakat informasi menengah, dan golongan masyarakat gagap teknologi.
Masyarakat melek teknologi informasi adalah masyarakat yang dapat dikatakan sudah siap untuk menuju masyarakat informasi dalam arti yang sebenarnya. Mereka adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal. Secara tidak langsung, pengetahuan mereka tentang dunia teknologi informasi juga sudah baik. Masyarakat golongan ini biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki komputer/laptop sekaligus media elektronik pendukung lainnya, mampu menggunakan internet dengan baik, atau para pakar dan tenaga pendidik di bidang teknologi informasi. Biasanya mereka tinggal di kota-kota besar atau hidup di antara orang yang sama-sama melek teknologi.
Masyarakat informasi menengah adalah golongan masyarakat yang sudah mengenal teknologi informasi dan komunikasi, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal. Mereka adalah orang-orang yang baik secara langsung maupun tidak langsung terkena imbas oleh masyarakat melek teknologi, entah karena pergaulan atau hanya sekedar ikut-ikutan. Biasanya terdiri dari orang-orang yang telah memiliki perangkat telepon genggam (mobile phone) sendiri yang kaya fitur sehingga mereka dapat leluasa menggunakan fasilitas tersebut. Meskipun beberapa golongan ini sudah mengenal internet, tetapi mereka hanya menggunakan fasilitas yang sederhana, murah, dan meriah seperti warnet (warung internet), untuk sekedar menjelajahi berbagai situs yang sedang marak di pasaran secara umum.
Masyarakat gagap teknologi merupakan golongan masyarakat yang sangat tidak siap untuk menjadi masyarakat informasi. Mereka sama sekali tidak paham kaidah teknologi informasi secara umum. Entah itu masih buta dalam menggunakan fasilitas yang ada, infrastruktur yang belum memadai, hingga minimnya pengetahuan yang dikuasai mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Mereka mungkin tidak terlalu asing dengan televisi, radio, dan perangkat elektronik sederhana lain. Golongan masyarakat ini merupakan golongan yang jumlahnya paling banyak daripada dua golongan lain. Golongan ini seringkali menjadi korban kesenjangan digital, jauh dari peradaban masyarakat informasi yang jumlahnya lebih sedikit.


Dampak Positif Teknologi Informasi
a.    Informasi yang disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya cepat
b.    Komunikasi jarak jauh menjadi sangat cepat dan praktis
c.    Menyediakan informasi umum yang dapat menambah wawasan
d.    Dengan internet dapat menghemat biaya dan tenaga yang dikeluarkan bila dibandingkan dengan bertukar informasi melalui pos surat
e.    Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dibantu perangkat yang semakin berkembang dan praktis
f.    Munculnya berbagai jenis jejaring sosial dari adanya teknologi informasi
g.    Dapat dengan mudah mencari informasi tentang suatu hal melalui internet
h.    Kita juga dimungkinkan untuk berbelanja melalui internet
i.    Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
j.    Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perrlu pergi menuju ke tempat penjualan

Dampak Negatif Teknologi Informasi
a.    Munculnya kejahatan baru, misalnya penipuan dengan cara memanipulasi data pada rekening bank, pencurian informasi berharga melalui sabotase jaringan informasi, virus komputer, penyadapan email, dan lain-lain
b.    Pelanggaran terhadap hak-hak privasi
c.    Pembajakan lagu dan film
d.    Penyebaran hal-hal mengenai pornografi semakin cepat
e.    Munculnya budaya plagiatisme
f.    Dengan mudahnya informasi dicetak ulang tanpa izin dari pemberi informasi atau tanpa menulis sumbernya
g.    Dengan semakin mudah berbelanja lewat internet kita dapat meningkatkan budaya konsumsi yang menimbulkan sifat boros
h.    Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu langsung
i.    Dari perubahan sifat sosial tersebut mengakibatkan pola perubahan pada interaksi
j.    Meluasnya perjudian

Memang bukan pekerjaan mudah untuk mengenalkan teknologi komunikasi ke pedesaan dan daerah tertinggal di seluruh pelosok tanah air. Apalagi, kini baru tujuh persen dari sekitar 210 juta masyarakat Indonesia yang sadar teknologi. Itu saja terdiri dari pengguna komunikasi dari komputer biasa dan handphone, belum ada penggunaan internet. Angka ini sangat jauh dari negara maju lainnya, seperti Jepang dan China, yang sudah menjadi negara produsen, tak hanya pengguna.
Pendidikan memang penting, tetapi jika tidak diimbangi dengan praktek kebiasaan dan kesadaran manusia itu sendiri, maka program menuju masyarakat informasi tidak akan berjalan secara berkesinambungan. Tidak mudah membujuk orang tua kita yang sudah berusia berpuluh-puluh tahun hidup tanpa teknologi digital dipaksa untuk memahami teknologi yang baru muncul di awal milenium ketiga ini.
Pola pikir masyarakat yang masih beranggapan bahwa teknologi modern hanya dimanfaatkan untuk bidang-bidang yang sifatnya administratif/perkantoran seharusnya disudahi. Pada kenyataannya, penggunaan teknologi informasi jika benar-benar ingin diterapkan, tidak hanya terbatas pada hal tersebut. Ada banyak sekali jenis lapangan pekerjaan di daerah pedesaan yang sangat mungkin ditunjang dengan keberadaan teknologi informasi. Misalnya penyediaan aplikasi jual beli sederhana untuk menghitung penjualan sumber daya alam, kemudahan pencarian lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan, hingga kemudahan pemerintah desa untuk mengelola administrasi penduduk.
Memicu orang di pedesaan sadar teknologi, salah satu caranya harus membuat mereka tertarik dan ”iri hati”. Misalnya dengan menampilkan tayangan dan cerita visual tukang sayur di Jakarta yang telah bertransaksi dengan SMS, atau banyak perajin yang langsung bertransaksi dengan internet untuk mengekspor barang langsung ke luar negeri. Dengan demikian, ketika kesadaran warga sudah muncul, maka masyarakat akan langsung menindaklanjuti dengan fasilitas pendukung.


DAFTAR PUSTAKA
http://kelompok2tibg.blogspot.com/2012/07/pengaruh-perkembangan-teknologi.html
http://newjoesafirablog.blogspot.com/2012/06/peran-teknologi-informasi-dan-pola.html
http://yokisaputtrahutabarat.wordpress.com/2010/02/19/pengertian-masyarakat-informasi/

Read more »

Tuesday, 3 December 2013

Set Khusus Inputan Berupa Numerik Pada Text Field di Java


Pada sebuah kasus tertentu, ada kalanya sebuah inputan user yang berasal dari text field hanya bisa menginputkan berupa numerik. Misalkan text field nomer telepon, sebuah text field untuk inputan nomer HP atau nomer telepon harus berupa numerik. Sehingga ketika user menginputkan berupa huruf dan karakter-karakter seperti (+ – * @ ! # $ %) dan lain-lain tidak diperbolehkan dan tidak akan diproses. Oleh karena itu kita harus memberikan filter pada inputan pada JTextField tersebut sehingga text field tersebut hanya bisa membaca inputan angka/numerik.

Buatlah class dengan nama FilterOnlyNumber, kemudian isikan dengan code berikut:

import javax.swing.text.AttributeSet;  
import javax.swing.text.BadLocationException;  
import javax.swing.text.PlainDocument;  
  
public class OnlyNumber {  
  
    public OnlyNumber() {  
    }  
  
    /** methode ini dipakai untuk mengeset dan mendapatkan filter 
     *  @return mengembalikan filter bertype PlainDocument 
     *  Menyaring Hanya karakter angka (Digit) yang bisa dimasukkan 
     */  
    public PlainDocument getOnlyNumber() {  
        PlainDocument filterNumber = new PlainDocument() {  
  
            @Override  
            public void insertString(int offs, String str, AttributeSet a) throws BadLocationException {  
                StringBuffer buffer = new StringBuffer();  
                int s = 0;  
                char[] dataInput = str.toCharArray();  
                // Memeriksa semua data yang dimasukkan  
                for (int i = 0; i < dataInput.length; i++) {  
                    // Menyaring Apakah data masukkan berupa DIGIT ??  
                    boolean isOnlyDigit = Character.isDigit(dataInput[i]);  
                    if (isOnlyDigit == true) {  
                        dataInput[s] = dataInput[i];  
                        s++;  
                    }  
                }  
                buffer.append(dataInput, 0, s);  
                super.insertString(offs, new String(buffer), a);  
            }  
        };  
        return filterNumber;  
    }  
} 


Kemudian buatlah class untuk desain Frame dan masukkan komponen-komponen yang dibutuhkan, seperti JTextField. Pada JFrame tersebut, masuklah ke tab Designpilih JTextField yang akan kita filter khusus untuk inputan angka, kemudian klik kanan – pilih Costumize Code. Dan tambahkan syntax berikut dan letakkan dibagian bawah dari source asli, lihat gambar : 
jTextField1.setDocument(new OnlyNumber().getOnlyNumber()); 


Semoga bermanfaat!
sumber : http://www.mudafiqriyan.net/2012/12/set-khusus-inputan-berupa-numerik-pada-text-field-di-java/
Read more »

Google+ Followers